sebuah catatan kecil

RSS

kuntawiaji:

Strangers, Again.

“Puncak dari cinta manusia kepada pasangannya dinamai oleh Al Quran: Mawaddah. Mawaddah adalah kosongnya jiwa dari segala yang buruk sehingga betapapun buruk yang dicintai, hati tidak pernah melihat keburukannya itu. Betapapun buruk kelakuannya, hati telah kosong dari segala keburukannya sehingga yang buruk pun dilihat sebagai kebaikan. Itulah makna mawaddah dan itulah yang harus diperjuangkan bagi mereka yang menjalin cinta kasih.” (M. Quraish Shihab)

Mencintai Dengan Cara Yang Sempurna

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itu pun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apa pun yang terjadi, itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan dan komitmen.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita, tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat: “Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil.”

Pasangan jiwa benar-benar ada.

Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu.

Tetapi tetap berpulang padamu, untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak.

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, tetap mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita lakukan. Itu suatu komitmen.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, tetapi untuk belajar mencintai orang yang TIDAK SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA.

Rm. Tri Widianto